Tiga Agen Travel Polisikan Direktur PT Baterevel Indonesia Perkasa

Tiga Agen Travel Polisikan Direktur PT Baterevel Indonesia Perkasa

Rangkaberita.com — Tiga agen travel resmi melaporkan Direktur PT Baterevel Indonesia Perkasa ke pihak kepolisian atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Laporan tersebut dilayangkan setelah para agen mengaku mengalami kerugian finansial yang nilainya tidak sedikit akibat kerja sama bisnis perjalanan wisata yang dinilai bermasalah. Kasus ini kini menjadi perhatian publik, terutama di kalangan pelaku usaha travel dan jasa perjalanan. Ketiga agen travel tersebut mengaku telah menjalin kerja sama dengan PT Baterevel Indonesia Perkasa dalam kurun waktu tertentu.

Kerja sama itu mencakup penjualan paket perjalanan wisata, pengurusan tiket, hingga layanan akomodasi bagi para pelanggan. Dalam perjalanannya, para agen menilai pihak perusahaan tidak memenuhi kewajiban sebagaimana tertuang dalam perjanjian yang telah disepakati bersama. Menurut keterangan salah satu agen, masalah mulai muncul ketika dana setoran untuk sejumlah paket perjalanan tidak kunjung direalisasikan dalam bentuk layanan kepada konsumen. Akibatnya, para agen harus menghadapi keluhan hingga tuntutan dari pelanggan yang merasa dirugikan. Dalam kondisi terdesak, agen travel terpaksa menanggung sebagian biaya secara mandiri demi menjaga kepercayaan konsumen.

Kronologi Dugaan Permasalahan

Berdasarkan pengakuan para agen, kerja sama dengan PT Baterevel Indonesia Perkasa awalnya berjalan lancar. Transaksi dilakukan secara rutin dan pembayaran kepada pihak penyedia layanan disebut masih sesuai jadwal. Namun, seiring berjalannya waktu, mulai terjadi keterlambatan dalam pelaksanaan perjalanan dan pengembalian dana. Situasi semakin memburuk ketika pihak agen kesulitan menghubungi manajemen perusahaan, termasuk direktur PT Baterevel Indonesia Perkasa. Komunikasi yang tidak responsif membuat para agen merasa tidak mendapatkan kejelasan terkait nasib dana yang telah mereka setorkan.

Kondisi ini menimbulkan kecurigaan adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Para agen mengklaim telah berulang kali mencoba menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Mereka mengaku memberikan kesempatan kepada pihak perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban dan mengembalikan dana yang belum digunakan. Namun, upaya tersebut disebut tidak membuahkan hasil, sehingga jalur hukum akhirnya dipilih sebagai langkah terakhir.

Laporan ke Kepolisian

Ketiga agen travel secara resmi melaporkan Direktur PT Baterevel Indonesia Perkasa ke kepolisian dengan membawa sejumlah bukti pendukung. Bukti tersebut antara lain berupa perjanjian kerja sama, bukti transfer dana, serta rekam komunikasi antara agen dan pihak perusahaan. Para pelapor berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan adil. Kuasa hukum para agen menyatakan bahwa laporan ini dibuat bukan semata-mata untuk menuntut pengembalian kerugian, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan hukum bagi para pelaku usaha travel lainnya.

Menurutnya, praktik kerja sama yang tidak sehat dapat merusak iklim bisnis pariwisata dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap agen perjalanan. Ia juga menambahkan bahwa kliennya mengalami kerugian materiil dan immateriil. Selain kehilangan dana, reputasi para agen travel turut terdampak akibat komplain pelanggan yang merasa ditelantarkan. Hal ini dinilai sebagai dampak serius yang tidak bisa dianggap sepele.

Dugaan Kerugian dan Dampak

Total kerugian yang dialami ketiga agen travel tersebut disebut mencapai ratusan juta rupiah. Angka tersebut berasal dari akumulasi dana setoran paket perjalanan yang belum direalisasikan maupun dikembalikan. Kerugian ini tentu menjadi pukulan berat bagi agen travel, terutama di tengah upaya pemulihan industri pariwisata. Tidak hanya berdampak pada agen, kasus ini juga memicu keresahan di kalangan konsumen. Beberapa pelanggan dilaporkan batal berangkat atau harus menunggu kepastian perjalanan tanpa kejelasan.

Kondisi ini menimbulkan trauma dan menurunkan minat masyarakat untuk menggunakan jasa travel, khususnya paket perjalanan kelompok. Para agen berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi pelaku usaha lain agar lebih berhati-hati dalam menjalin kerja sama. Mereka menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi yang baik dalam dunia bisnis perjalanan.

Tanggapan dan Klarifikasi

Hingga laporan ini dibuat, pihak PT Baterevel Indonesia Perkasa belum memberikan pernyataan resmi secara terbuka. Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh para agen disebut belum mendapatkan respons memadai. Situasi ini semakin memperkuat keputusan para agen untuk menempuh jalur hukum.

Sementara itu, kepolisian menyatakan akan mempelajari laporan dan bukti yang telah diserahkan. Proses penyelidikan awal akan dilakukan untuk menentukan apakah unsur pidana dalam laporan tersebut terpenuhi. Jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum, kasus ini akan ditingkatkan ke tahap penyidikan. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tetap tenang serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Semua pihak diminta tidak berspekulasi sebelum ada hasil resmi dari penyelidikan.

Harapan Penyelesaian

Para agen travel berharap laporan ini dapat menjadi pintu masuk bagi penyelesaian yang adil. Mereka menegaskan bahwa tujuan utama adalah mendapatkan kejelasan hukum dan pengembalian hak-hak yang telah dirugikan. Selain itu, mereka juga berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya tata kelola perusahaan yang baik dalam industri pariwisata. Kepercayaan merupakan modal utama dalam bisnis perjalanan, dan ketika kepercayaan itu runtuh, dampaknya bisa dirasakan oleh banyak pihak. Dengan dilaporkannya Direktur PT Baterevel Indonesia Perkasa ke kepolisian, publik kini menantikan perkembangan selanjutnya. Proses hukum diharapkan dapat berjalan secara objektif dan memberikan kepastian bagi para korban, sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pelaku industri travel di Indonesia.