Ciri dan Jenis Reaksi Asam Basa

Apa itu reaksi kimia? Reaksi kimia adalah proses yang terjadi ketika dua atau lebih molekul berinteraksi untuk membentuk produk baru.

Dalam kimia, ada berbagai macam reaksi kimia. Mulai dari reaksi pembakaran, reaksi korosi, hingga reaksi pengendapan. Selain itu, ada satu reaksi kimia yang penting untuk Anda pelajari, yaitu reaksi asam basa.

Apa itu reaksi asam basa? Apa ciri-cirinya dan apa saja jenisnya? Yuk simak informasi lengkapnya dalam ulasan berikut ini.

Pengertian Reaksi Asam Basa

Reaksi asam-basa adalah reaksi kimia yang terjadi karena pertukaran satu atau lebih ion H+ dalam molekul asam dan molekul basa. Artinya, reaksi asam-basa dapat terjadi antara molekul asam dan basa.

Reaksi antara asam dan basa menghasilkan garam dan air yang dapat bersifat netral jika molekul asam dan basa yang digunakan sama kuatnya. Misalnya, HCl (asam kuat) bereaksi dengan NaOH (basa kuat) menghasilkan air dan NaCl (garam) yang bersifat netral.

Sedangkan jika salah satu asam dan basa kuat dan lemah kemudian direaksikan, maka garam dan air yang dihasilkan akan mengikuti pereaksi kuat tersebut.

Reaksi asam-basa ini disebut juga sebagai reaksi netralisasi dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam biokimia dan kimia industri.

Karakteristik Reaksi Asam Basa

Untuk membedakan reaksi asam basa dengan reaksi kimia lainnya, Anda dapat memperhatikan beberapa ciri berikut ini.

  • Reaksi melibatkan molekul asam dan basa.
  • Produk dari reaksi adalah garam dan air.
  • Reaksi asam-basa dapat ditandai dengan pergerakan ion dalam larutan asam dan basa.
  • Hal ini dapat dideteksi dengan menggunakan kertas lakmus, indikator pp (fenolftalein) kertas indikator universal, dan pH meter.

Jenis Reaksi Asam Basa

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa reaksi antara asam dan basa menghasilkan garam dan air. Berdasarkan jenis asam dan basa yang bereaksi, garam yang dihasilkan terdiri dari empat jenis, yaitu:

1. Reaksi antara asam kuat dan basa kuat

Reaksi asam kuat dan basa kuat adalah reaksi yang terjadi ketika asam kuat bereaksi dengan basa kuat. Contoh:

2HCl(SAYA) + Ba(OH)2(aq) → BaCl2(aq) +2 jam2HAI(l)

Dari reaksi asam-basa di atas diketahui bahwa HCl merupakan asam kuat, sedangkan Ba(OH)2 merupakan basa kuat sehingga menghasilkan garam (BaCl2) dan air netral yaitu pH = 7.

Selain itu, reaksi di atas juga dapat menghasilkan produk limbah berupa asam dengan pH di bawah 7 atau residu berupa basa dengan pH di atas 7.

2. Reaksi antara asam kuat dan basa lemah

Reaksi asam dan basa juga dapat terjadi pada larutan dengan asam kuat dan larutan dengan basa lemah. Contoh:

Hbr(SAYA) +NH3(aq) → NH4Saudara laki-laki(SAYA)

Dari contoh di atas terlihat bahwa HBr merupakan asam kuat, sedangkan NH3 merupakan basa lemah. Hasil reaksi antara asam kuat dan basa lemah ini dapat menghasilkan:

  • Zat yang tersisa adalah asam dengan pH di bawah 7.
  • Jika reaksi tersebut menghasilkan zat sisa berupa basa, maka akan terbentuk larutan penyangga yang bersifat basa (pH > 7).
  • Jika reaksi asam dan basa sama-sama habis, maka pH larutan ditentukan dari larutan garam yang terbentuk. Garam ini akan mengalami hidrolisis parsial yang bersifat asam (pH < 7).

3. Reaksi antara asam lemah dan basa kuat

Contoh reaksi antara asam lemah dan basa kuat adalah larutan CH3Larutan COOH (asam lemah) dan NaOH (basa kuat) menghasilkan CH3COOH Na dan H2HAI

CH3COOH(SAYA) +NaOH(SAYA) → CH3COOHNa(SAYA) + H2HAI(l)

Dari reaksi tersebut, dapat dihasilkan:

  • Jika dalam reaksi ini zat sisa bersifat asam, akan terbentuk larutan penyangga asam (pH < 7).
  • Jika dalam reaksi ini zat yang tersisa bersifat basa, maka pH larutan setelah reaksi ditentukan dari pH basa yang tersisa.
  • Jika reaksi asam dan basa sama-sama habis, maka pH larutan ditentukan dari larutan garam yang terbentuk. Garam ini akan mengalami hidrolisis parsial yang bersifat basa (pH > 7).

4. Reaksi antara asam lemah dan basa lemah

Contoh reaksi antara asam lemah dan basa lemah adalah larutan CH3COOH (asam lemah) direaksikan dengan NH3 (basa lemah) akan menghasilkan CH3COOHNH4.

CH3COOH(SAYA) +NH3(aq) → CH3COOHNH4(aq)

Hasil reaksi antara asam lemah dan basa lemah ini antara lain :

  • Jika dalam reaksi ini zat yang tersisa adalah asam, maka pH larutan setelah reaksi ditentukan dari pH asam lemah yang tersisa dan garam yang terbentuk.
  • Jika dalam reaksi ini zat yang tersisa adalah basa, maka pH larutan setelah reaksi ditentukan dari pH basa lemah yang tersisa dan garam yang terbentuk.
  • Jika reaksi asam dan basa sama-sama habis, maka pH larutan ditentukan dari larutan garam yang terbentuk. Garam ini akan mengalami hidrolisis sempurna (total) yang bergantung pada besarnya nilai KA (konstanta ionisasi asam) dan KB (konstanta ionisasi basa) dari asam lemah dan basa lemah yang membentuknya.

Penerapan Reaksi Asam-Basa

Tanpa kita sadari, reaksi asam basa ini sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam makanan, obat-obatan, dan produk perawatan tubuh. Berikut adalah beberapa contoh penerapan reaksi asam-basa ini.

1. Obat asam lambung

Asam lambung adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung.

Seperti namanya, asam lambung (HCl) merupakan asam kuat, sehingga untuk menetralisirnya diperlukan obat-obatan yang mengandung basa. Salah satunya adalah magnesium hidroksida (Mg(OH)2).

Dengan kandungan magnesium hidroksida ini, asam lambung yang naik ke kerongkongan juga dapat dinetralkan sehingga gejala asam lambung dapat mereda. Ini adalah salah satu bentuk penerapan reaksi asam basa dalam obat-obatan.

2. Pasta gigi

Salah satu kandungan dalam pasta gigi adalah natrium fluorida yang termasuk dalam golongan basa lemah. Mengapa menggunakan bahan alkali dalam pasta gigi?

Hal ini dikarenakan, pH yang tinggi pada senyawa basa dapat mengontrol pH asam di dalam mulut sehingga mulut menjadi netral. Selain itu, bakteri lebih suka hidup di lingkungan yang asam. Jadi, jika mulut Anda asam, bakteri akan lebih mudah berkembang biak di dalam mulut.

3. Kesuburan Tanah

Reaksi asam-basa juga digunakan dalam pertanian. Salah satunya adalah menyuburkan tanah.
Keasaman tanah berkaitan erat dengan kesuburan. Semakin asam tanah, semakin sedikit kesuburannya.
Tanah yang masam ini dapat dipupuk kembali dengan menetralkannya menggunakan kapur dolomit yang mengandung CaCO3 dan MgCO3 yang ditabur ke dalam tanah. CaCO3 dan MgCO3 diketahui termasuk dalam kelompok dasar.

CaCO3 yang ditambahkan ke dalam tanah akan bereaksi dengan air membentuk Ca(OH)2, sedangkan MgCO3 yang bereaksi dengan air membentuk Mg(OH)2Ca(OH)2dan Mg(OH)2 yang merupakan senyawa alkalin yang dapat menetralkan sifat asam tanah.
Quipperian, itulah pembahasan tentang reaksi asam basa dan beberapa penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat!

Sumber :

Sains. Diakses tanggal 24 Maret 2023

Ensiklopedia Britannica. Diakses tanggal 24 Maret 2023

Parning, Horale, dan Tiopan. 2006. Kimia 2B: Semester II Kelas XI SMA. Jakarta: Penerbit Yudhistira

Muchtaridi dan Sandri Justiana. 2007. Kimia 2 SMA Kelas XI. Palembang: Qandra

Partana, Tangis Fajar. 2008. Kimia Kelas VII SMP. Palembang: Qandra