13 Perusahaan Sawit dan Tambang Raih Anugerah Bisnis dan HAM 2025

13 Perusahaan Sawit dan Tambang Raih Anugerah Bisnis dan HAM 2025

Rangkaberita.comSebanyak 13 perusahaan dari sektor sawit dan pertambangan mendapatkan penghargaan Anugerah Bisnis dan Hak Asasi Manusia (BHAM) 2025 dari Setara Institute. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan-perusahaan yang dinilai mampu menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan mematuhi prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM).

Riset Menjadi Dasar Pemberian Penghargaan

Direktur Eksekutif Setara Institute, Halili Hasan, menjelaskan bahwa anugerah ini merupakan bagian dari inisiatif Setara Institute yang berbasis pada riset.

“Kami meneliti bagaimana sesungguhnya entitas bisnis itu melakukan atau menampilkan praktik berbisnis yang bertanggung jawab,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu.

Dengan pendekatan berbasis penelitian, Setara Institute berusaha menilai secara objektif sejauh mana perusahaan menjalankan prinsip bisnis yang menghormati HAM.

HAM sebagai Standar Operasional Bisnis

Halili Hasan menekankan bahwa HAM merupakan nilai dasar yang harus dipedomani oleh perusahaan. Nilai ini tidak hanya menjadi prinsip moral, tetapi juga harus menjadi bagian dari standar operasional bisnis di Indonesia.

“HAM harus menjadi pedoman dan bagian dari standar operasi bisnis agar perusahaan berkontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Dengan demikian, perusahaan tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan keberlanjutan.

Fokus pada Sektor Sawit dan Pertambangan

Penelitian Setara Institute dalam inisiatif ini difokuskan pada dua sektor utama, yaitu sawit dan pertambangan. Dengan halili Hasan menjelaskan bahwa penelitian ini mengkaji bagaimana perusahaan di sektor-sektor tersebut mampu beroperasi sesuai maka dengan prinsip HAM. Kedua sektor di pilih karena memiliki dampak besar terhadap ekonomi nasional serta potensi risiko sosial dan lingkungan yang signifikan.

RBC Benchmark sebagai Alat Penilaian

Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Ismail Hasani, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyelesaikan riset Responsible Business Conduct (RBC) benchmark. Riset ini bertujuan untuk mengukur dan menilai sejauh mana perusahaan menanamkan prinsip bisnis yang berorientasi pada HAM (UNGPs on Business and Human Rights), ESG, dan praktik keberlanjutan (sustainability).

“Riset ini untuk pertama kalinya di fokuskan pada sektor kelapa sawit dan pertambangan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI),” ujarnya.

Tema Anugerah BHAM 2025

Anugerah BHAM 2025 mengusung tema Perbaikan Berkelanjutan Korporasi dalam Praktik Bisnis yang Bertanggung Jawab sebagai Kunci Pembangunan Nasional. Tema ini menegaskan pentingnya keberlanjutan dan tanggung jawab sosial dalam pembangunan nasional, di mana perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari operasionalnya.

Daftar Perusahaan Penerima Penghargaan Sawit

Dalam sektor perkebunan sawit, terdapat delapan perusahaan yang menerima penghargaan, antara lain Holding Perkebunan Nusantara PTPN III, PT Eagle High Plantations Tbk, PT Astra Agro Lestari Tbk, dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. Selain itu. Wilmar International Limited (Wilmar Group Indonesia), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk, First Resources Limited, dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk juga masuk dalam daftar penerima. Perusahaan-perusahaan ini di nilai mampu menjalankan praktik bisnis yang mematuhi standar HAM dan keberlanjutan.

Daftar Perusahaan Penerima Penghargaan Tambang

Sementara itu, lima perusahaan di sektor pertambangan yang memperoleh penghargaan adalah PT Kaltim Prima Coal, PT Vale Indonesia Tbk, PT Merdeka Copper Gold Tbk, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (Harita Nickel), dan PT BUMI Resources Tbk. Perusahaan-perusahaan ini di nilai berhasil menyeimbangkan kegiatan ekonomi dengan tanggung jawab sosial dan perlindungan HAM, sehingga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar area operasionalnya.

Alasan Fokus pada Sektor Sawit dan Tambang

Peneliti Setara Institute. Nabhan Aiqani, menambahkan bahwa pemilihan sektor sawit dan pertambangan sebagai objek riset bukan tanpa alasan. Kedua sektor ini memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian negara dan sekaligus memiliki potensi risiko sosial dan lingkungan yang tinggi. Oleh karena itu, perusahaan di sektor ini perlu memastikan praktik bisnisnya sejalan dengan prinsip HAM dan keberlanjutan.

Dukungan dari Pemerintah dan Komnas HAM

Inisiatif Setara Institute mendapat apresiasi dari pemerintah dan lembaga HAM. Di rektur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kementerian HAM, Munafrizal Manan, serta Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menyambut baik pemberian penghargaan ini. Mereka menilai langkah ini mendorong perusahaan untuk lebih memprioritaskan perlindungan HAM dan keberlanjutan dalam operasionalnya.