Rangkaberita.com — Menjadi seorang pengusaha bukanlah perjalanan yang mulus dan penuh kenyamanan. Dunia bisnis identik dengan dinamika, ketidakpastian, dan risiko besar yang dapat terjadi kapan saja. Karena itu, seorang pengusaha harus memiliki mental baja untuk mampu bertahan dalam situasi naik-turun yang kadang ekstrem. Ada masa di mana keuntungan mengalir deras, namun ada pula saat-saat pahit ketika kerugian besar harus ditelan. Pengalaman semacam ini bukan hanya menimpa pengusaha pemula, tetapi juga mereka yang telah bertahun-tahun terjun dalam dunia bisnis termasuk investor kawakan Rudy Salim.
Rudy Salim dikenal luas sebagai pengusaha sukses di berbagai bidang, mulai dari otomotif, hiburan, hingga teknologi. Namun, perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus. Ia pernah mengalami kerugian besar yang hampir membuatnya goyah. Salah satu pengalaman yang menarik perhatian publik adalah kisah jatuh-bangunnya saat menjalankan bisnis bersama sahabat sekaligus rekan sesama pengusaha, Raffi Ahmad.
Raffi Ahmad sendiri merupakan salah satu figur publik paling populer di Indonesia. Selain sebagai artis, presenter, dan kreator, ia juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Tidak berhenti di situ, Raffi adalah pengusaha yang sangat produktif. Ia merintis banyak bisnis di berbagai sektor, mulai dari kuliner, hiburan, media digital, hingga fashion. Sosoknya di anggap memiliki kemampuan membangun brand dan menarik perhatian pasar, sehingga banyak yang melihat kerja sama dengannya sebagai peluang besar.
Dalam sebuah kesempatan, Rudy Salim mengungkapkan bahwa bisnis yang ia jalankan bersama Raffi sempat berada dalam fase yang sangat menjanjikan. Pada dua tahun pertama, usaha tersebut bahkan mampu menghasilkan keuntungan hingga sekitar Rp 20 miliar. Angka tersebut tentu menjadi sinyal positif bahwa bisnis yang mereka bangun memiliki potensi besar untuk berkembang.
Namun, di namika bisnis memang tak dapat di prediksi sepenuhnya. Memasuki tahun berikutnya, kondisi usaha mulai berubah. Tantangan demi tantangan muncul, dan situasi pasar tidak lagi seideal sebelumnya. Menurut pengakuan Rudy, per Januari tahun berikutnya, bisnis tersebut justru mengalami kerugian cukup besar, yakni hampir Rp 70 miliar. Perubahan drastis dari keuntungan yang stabil menuju kerugian puluhan miliar rupiah ini sempat membuat Rudy terhenyak.
Kerugian sebesar itu tentu bukan angka kecil dan bisa saja membuat banyak pengusaha berhenti melangkah. Namun bagi Rudy, pengalaman itu justru menjadi pembelajaran penting tentang bagaimana bisnis dapat berubah sewaktu-waktu. Ia menegaskan bahwa setiap pengusaha harus siap menghadapi risiko sebesar apa pun, termasuk risiko gagal setelah sempat berada di puncak keuntungan. Baginya, kegagalan bukan alasan untuk mundur, melainkan bagian dari proses menuju kedewasaan dalam berbisnis.
Rudy juga menyinggung bahwa bekerja dengan figur sebesar Raffi Ahmad memberikan pengalaman berharga tersendiri. Meski menghadapi kerugian besar, ia tetap menghargai kolaborasi tersebut sebagai perjalanan penting dalam karier bisnisnya. Ia menilai Raffi sebagai sosok yang penuh energi, memiliki kreativitas tinggi, serta kemampuan membangun jejaring luas. Hal-hal itu menjadi nilai tambah yang membuat perjalanan kerja sama mereka sangat berkesan.
Di balik cerita kerugian ini, terdapat pesan kuat mengenai ketangguhan. Rudy menekankan bahwa mental baja adalah fondasi utama untuk bertahan dalam kerasnya dunia usaha. Pengusaha sukses bukanlah mereka yang tidak pernah gagal, tetapi mereka yang mampu bangkit setiap kali jatuh. Ia mengaku bahwa pengalaman pahit tersebut justru membuatnya lebih berhati-hati, lebih bijak dalam membaca pasar, serta lebih matang dalam mengambil keputusan bisnis di kemudian hari.
Kisah Rudy Salim dan Raffi Ahmad ini memberikan gambaran nyata kepada para pelaku usaha, bahwa naik-turun bisnis adalah hal yang wajar. Kerugian besar bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses pembelajaran. Dengan mental kuat, strategi matang, dan keberanian untuk melangkah kembali, seorang pengusaha dapat berubah menjadi sosok yang lebih tangguh daripada sebelumnya.