Rangkaberita.com — Telkomsel kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi digital di Indonesia, khususnya bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Kali ini, perusahaan telekomunikasi tersebut memperkenalkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) kepada UKM di Makassar melalui Program Digital Creative Entrepreneurs (DCE) 2025. Program ini dirancang agar pelaku UKM dapat memanfaatkan teknologi terkini untuk meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Program DCE 2025 menekankan penggunaan teknologi AI sebagai alat strategis dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan mengikuti program ini, para peserta UKM diharapkan mampu go global atau menembus pasar internasional, sehingga tidak hanya berfokus pada pasar lokal. Teknologi AI memungkinkan UKM menganalisis tren pasar, memahami perilaku konsumen, hingga memaksimalkan strategi pemasaran digital. Hal ini menjadi penting mengingat persaingan bisnis kini semakin ketat dan cepat berubah.
Menurut Deny Budianto, GM Territory and Household Partnership Telkomsel Area Pamasuka, program DCE ini merupakan bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang fokus pada pemberdayaan UKM melalui kurikulum berbasis AI. Ia menambahkan, Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, dikenal sebagai kota niaga, tetapi kini pola bisnis berubah karena teknologi dan kecerdasan buatan. UKM yang mampu memanfaatkan AI akan lebih mudah beradaptasi dan bertahan di era digital.
Program DCE 2025 menawarkan berbagai materi pelatihan yang komprehensif. Peserta diajarkan bagaimana menggunakan aplikasi berbasis AI untuk mengelola inventaris, memperkirakan permintaan pasar, membuat konten digital yang menarik, serta memanfaatkan analisis data untuk meningkatkan penjualan. Selain itu, UKM juga diberikan akses ke platform digital yang mempermudah transaksi online dan kolaborasi dengan pelaku usaha lain, baik di dalam maupun luar negeri.
Selain aspek teknis, program ini juga menekankan pada pengembangan mindset digital entrepreneur. Peserta didorong untuk berpikir kreatif dan inovatif, sehingga tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mampu menciptakan peluang bisnis baru. Telkomsel berharap kombinasi antara kemampuan teknis dan mindset digital ini akan menghasilkan UKM yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Kegiatan DCE 2025 di Makassar ini merupakan bagian dari rangkaian program nasional yang digelar Telkomsel untuk berbagai kota di Indonesia. Telkomsel menargetkan ribuan pelaku UKM untuk mendapatkan manfaat langsung dari pelatihan dan pendampingan ini. Dengan demikian, teknologi AI tidak hanya menjadi alat bagi perusahaan besar, tetapi juga dapat diakses oleh UKM, yang merupakan tulang punggung ekonomi lokal.
Respon peserta terhadap program ini cukup positif. Banyak pelaku UKM mengaku terbantu dengan pemahaman baru tentang bagaimana AI dapat meningkatkan produktivitas dan memperluas pasar. Salah satu peserta, pemilik toko kerajinan lokal di Makassar, mengatakan bahwa materi tentang analisis data konsumen dan pemasaran digital sangat relevan. Ia merasa lebih percaya diri untuk memasarkan produk ke platform e-commerce internasional setelah mengikuti program DCE.
Selain dampak langsung bagi peserta, program ini juga memiliki efek jangka panjang terhadap ekosistem bisnis di Makassar dan Sulawesi Selatan secara umum. Dengan semakin banyak UKM yang bertransformasi digital, potensi pertumbuhan ekonomi lokal dapat meningkat, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya saing kota di kancah global.
Telkomsel menegaskan komitmennya untuk terus mendukung UKM dalam mengadopsi teknologi terbaru, termasuk AI, sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem digital nasional. Program DCE 2025 di Makassar menjadi bukti nyata bagaimana perusahaan telekomunikasi dapat berperan aktif dalam transformasi digital dan pemberdayaan ekonomi kreatif di Indonesia.