Arah dan Strategi Ekspansi Bisnis FUTR Kejar Target Pemain Utama Energi Bersih

Arah dan Strategi Ekspansi Bisnis FUTR Kejar Target Pemain Utama Energi Bersih

Rangkaberita.com — PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) tengah berada di momen transformasi besar. Di bawah kepemilikan baru Ardhantara sejak 2025, perusahaan ini berambisi menjadi salah satu pemain utama dalam industri energi bersih di Indonesia. Berdasarkan sejumlah pernyataan dan rilis resmi, FUTR telah merumuskan tiga arah strategis ekspansi untuk mencapai targetnya: (1) peningkatan kapasitas energi terbarukan, (2) kemitraan global dan alih teknologi, serta (3) solusi karbon dan digitalisasi sistem energi.

1. Memperluas Kapasitas Energi Terbarukan

Salah satu pilar utama strategi FUTR adalah ekspansi proyek hijau yang agresif. Manajemen menargetkan pembangunan pembangkit energi terbarukan dengan kapasitas 100 MW dalam lima tahun ke depan. 
Target ini akan dicapai melalui diversifikasi sumber energi: tenaga surya (PLTS), mini-hidro, biomassa, dan panas bumi.

Contoh konkret dari implementasi strategi ini adalah pembangunan PLTS 130 MW di Bali. Yang di persiapkan bersama PLN Bali. Selain itu, FUTR melalui anak usaha telah mengakuisisi konsesi geothermal Gunung Slamet (Jawa Tengah) dengan potensi sekitar 220 MW.Proyek panas bumi ini bahkan sudah mengantongi Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN.

Dengan langkah ini, FUTR berharap bisa berkontribusi nyata dalam target nasional transisi energi dan upaya penurunan emisi karbon, sejalan dengan komitmen Net Zero Emission 2060.

2. Kemitraan Global & Alih Teknologi

Strategi kedua FUTR adalah memperkuat kolaborasi dengan mitra global untuk dukungan pendanaan dan transfer teknologi. Menurut Direktur Utama FUTR, Tony Agus Mulyantono, kerja sama internasional menjadi kunci agar ekspansi EBT bisa berjalan lebih cepat dan efisien.

Dalam proyek geothermal Gunung Slamet. Misalnya, FUTR bersama Ardhantara di proyeksikan melibatkan mitra global seperti PetroChina, Sinopec, Ormat, dan Norinco International untuk pengeboran dan pembangunan pembangkit. Kolaborasi semacam ini di harapkan mempercepat proses konstruksi dan menurunkan risiko finansial berkat alih teknologi dan pendanaan luar.

Kemitraan global ini juga membuka peluang bagi FUTR untuk mengadopsi standar internasional dalam pembangunan energi terbarukan, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor dalam negeri maupun asing.

3. Solusi Karbon & Transformasi Digital

Arah strategis ketiga adalah pengembangan solusi karbon dan digitalisasi operasional. FUTR tidak hanya mengejar kapasitas pembangkitan EBT. Tetapi juga ingin berkontribusi dalam dekarbonisasi industri melalui anak usahanya yang fokus pada solusi karbon.

Entitas seperti PT Futura Energi Prima (FEP) di persiapkan untuk menangani pemurnian emisi karbon dan penggunaan gas-gas industri (misalnya CO₂) menjadi produk bernilai tambah. Ini selaras dengan tren global dan nasional yang menuntut pengurangan emisi dan penggunaan teknologi rendah karbon.

Selain itu, FUTR juga akan mempercepat transformasi digital dalam manajemen energi. Sistem digital ditargetkan untuk mengoptimalkan distribusi energi. Memantau efisiensi, dan meningkatkan transparansi operasional. Integrasi teknologi pintar dan digitalisasi ini akan membantu FUTR mencapai efisiensi biaya serta operasional yang lebih ramah lingkungan.

Meski strategi FUTR ambisius. Rintangan tetap ada. Investasi besar terutama untuk proyek geothermal seperti di Gunung Slamet memerlukan pendanaan besar (diperkirakan puluhan juta dolar) dan risiko teknis tinggi. Namun. Peluang di depan mata juga luas. Permintaan energi bersih di Indonesia semakin besar. Apalagi dengan kebijakan transisi energi dan target Net Zero Emission. FUTR yang berhasil mengeksekusi strategi ini bisa meningkatkan valuasi dan menarik investor global. Bahkan analis menilai bahwa akuisisi dan transformasi FUTR membuat sahamnya kembali menarik.

Selain itu. Keberhasilan proyek PLTS dan geothermal akan memperkuat fundamental keuangan FUTR. Efisiensi operasional lewat digitalisasi dan sinergi global bisa mendorong Return on Equity (ROE) menjadi lebih baik dari level awal. Dengan tiga arah strategis perluasan kapasitas EBT. Kemitraan global dan alih teknologi, serta solusi karbon plus digitalisasi FUTR menegaskan posisinya sebagai calon pemain utama dalam ekosistem energi hijau Indonesia. Transformasi ini tidak hanya penting untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang, tetapi juga memiliki makna strategis dalam mendukung target nasional energi bersih. Bila tereksekusi dengan baik. FUTR bisa menjadi contoh perusahaan publik yang sukses beralih ke bisnis berkelanjutan sekaligus menarik keyakinan investor domestik dan internasional.