Hukum Proust: Pengertian, Bunyi, Rumus, dan Contoh Soal

Quipperian, apa hukum dasar Kimia? Hukum dasar Kimia adalah seperangkat hukum yang mendasari banyak perhitungan kimia atau stoikiometri.

Ada berbagai hukum dasar kimia yang perlu Anda pahami, terutama jika Anda ingin mahir dalam perhitungan kimia. Salah satu hukum dasar kimia yang akan dibahas dalam artikel ini adalah hukum Proust.

Apa itu hukum Proust? Siapa pencetusnya? Bagaimana bunyi dan formulanya? Yuk, baca pembahasan berikut untuk mengetahui jawabannya.

Definisi Hukum Prous

Hukum Proust adalah hukum yang menyatakan bahwa perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa kimia adalah pasti dan tetap. Dengan kata lain, setiap sampel suatu senyawa memiliki komposisi unsur yang sama, meskipun dibuat dengan cara yang berbeda.

Sesuai dengan namanya, hukum ini dikemukakan oleh Joseph Louis Proust, seorang ahli kimia Perancis pada tahun 1804 setelah melakukan percobaan reaksi antara hidrogen dan oksigen membentuk air (H2HAI). Hukum Proust juga dikenal sebagai hukum perbandingan tetap.

Bersama dengan hukum perbandingan berganda (hukum Dalton), hukum Proust adalah salah satu hukum dasar kimia atau stoikiometri.

Suara Hukum Proust

Bunyi hukum Proust adalah sebagai berikut.

Sejarah Hukum Proust

Sesuai dengan namanya, hukum Proust atau hukum perbandingan pertama kali dikemukakan oleh Joseph Louis Proust, seorang ahli kimia berkebangsaan Perancis. Proust melakukan serangkaian percobaan dari tahun 1797 sampai 1804 yang kemudian menjadi pembuktian hukum perbandingan tetap.

Salah satu eksperimen yang dilakukannya adalah mereaksikan hidrogen dengan oksigen membentuk air (H2HAI). Dari percobaan yang dilakukannya, Proust menarik beberapa kesimpulan bahwa:

  • Air tersusun dari unsur hidrogen dan oksigen dengan perbandingan massa unsur oksigen dan hidrogen adalah 8 : 1.
  • Jumlah zat sebelum dan sesudah reaksi tetap.
BACA JUGA  Pengertian Isomer, Jenis dan Cara Menghitungnya

Dengan kesimpulan tersebut, akhirnya lahirlah hukum perbandingan tetap atau hukum Proust yang berbunyi:

“Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah pasti dan tetap.”

Hukum perbandingan tetap yang dikemukakan oleh Joseph Louis Proust kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh para ilmuwan. Salah satunya adalah John Dalton.

Perkembangan hukum Proust akhirnya melahirkan hukum kimia dasar yang baru, yaitu hukum perbandingan berganda atau hukum Dalton.

Fitur Hukum Prous

Ciri-ciri hukum Proust adalah sebagai berikut:

  • Ini pertama kali dikemukakan oleh Joseph Louis Proust
  • Juga dikenal sebagai hukum perbandingan tetap
  • Memiliki rumus A : B = x . Ar A : y . Ar B
  • Salah satu contoh percobaan hukum ini adalah reaksi unsur hidrogen dengan oksigen membentuk senyawa air dan kemudian hasilnya menunjukkan bahwa perbandingan massa hidrogen dengan oksigen dalam aksi konstan adalah 1:8.

Penerapan Hukum Proust dalam Kehidupan Sehari-hari

Terbentuknya air merupakan contoh penerapan hukum Proust dalam kehidupan sehari-hari.

Entah itu air mancur, air hujan, atau air terjun, unsur penyusunnya tetap hidrogen dan oksigen. Jadi, meskipun air tersebut berasal dari tempat yang berbeda, namun tetap memiliki unsur penyusun yang sama yaitu hidrogen dan oksigen.

Contoh lain adalah pembentukan gas karbon dioksida (CO2) yang selalu terbentuk dari oksigen dan karbon dengan perbandingan yang sama.

Pengecualian dalam Hukum Proust

Hukum perbandingan tetap atau hukum Proust banyak digunakan dalam menghitung massa suatu unsur penyusun suatu senyawa. Namun, ada beberapa pengecualian pada hukum ini yang tidak berlaku untuk semua senyawa. Senyawa yang tidak mengikuti hukum Proust disebut senyawa non stoikiometri.

Pada senyawa non stoikiometri ini, massa setiap unsur penyusun senyawa memiliki perbandingan yang berbeda pada berbagai sampel. Sebagai contoh, wustite senyawa besi oksida di mana rasio massa unsur besi adalah antara 0,83 dan 0,95 untuk setiap atom oksigen.

BACA JUGA  Memahami Rumus Normalitas, Contoh Soal dan Pembahasannya

Hukum Proust juga tidak berlaku untuk senyawa yang mengandung komposisi isotop berbeda. Perbedaan komposisi isotop dapat terjadi dan digunakan untuk berbagai keperluan. Contohnya adalah untuk penanggalan kimia.

Selain itu, hukum Proust juga tidak dapat diterapkan pada polimer, baik polimer alam maupun polimer buatan. Ini karena polimer memiliki rantai yang sangat panjang.

Rumus Hukum Proust

Untuk mengetahui perbandingan massa unsur-unsur penyusun suatu senyawa, dapat digunakan rumus hukum Proust sederhana berikut ini. Misalnya senyawa yang terbentuk memiliki rumus kimia AxBy, maka rumusnya adalah:

J : B = x . Ar A : y . Ar B

Berdasarkan rumus tersebut, berarti perbandingan massa unsur-unsur penyusun suatu senyawa sesuai dengan perbandingan massa atom relatifnya (Ar).

Selain itu, rumus hukum Proust juga dapat diterjemahkan ke dalam rumus praktis yang dapat digunakan untuk menghitung massa unsur dalam senyawa, yaitu:

Massa unsur dalam senyawa = Jumlah unsur Ar Mr senyawa x massa senyawa

% unsur dalam senyawa = Total unsur Ar Senyawa Mr x 100%

Informasi:

Ar = Massa atom relatif

Mr = Massa molekul relatif

Contoh Soal Hukum Proust dan Pembahasannya

Untuk lebih memperjelas penerapan rumus hukum Proust dalam perhitungan kimia, perhatikan contoh soal dan pembahasan berikut ini.

Contoh 1

Besi (Fe) sebanyak 21 gram dipanaskan dengan 24 gram belerang (S) membentuk senyawa FeS2. Jika ArFe = 56 dan ArS = 32, tentukan sisa zat yang tidak bereaksi dan jumlah FeS2 terbentuk!

Diskusi

Rasio massa Fe : S dalam FeS2 = (1 x ArFe) : (2 x ArS)

= (1 x 56) : (2 x 32)

= 56 : 64

= 7 : 8

Sesuai dengan perbandingan tersebut, 21 gram besi akan bereaksi dengan 24 gram belerang sehingga sisa zat yang tidak bereaksi adalah 24 -21 = 3 gram dan jumlah FeS2 yang terbentuk adalah 21 + 24 = 45 gram.

BACA JUGA  Memahami Struktur Lewis: Pengertian, Fungsi, Cara Menggambar, dan Contoh

Contoh 2

Suatu campuran yang mengandung 48 gram belerang dibakar seluruhnya sehingga semua belerang dalam campuran tersebut berubah menjadi SO23. Jika begitu3 terbentuk sebanyak 80 gram, hitunglah kadar belerang (dalam %) pada campuran semula! (ArS = 32, ArO = 16).

Diskusi

Tuan SO3 = 32 + (3 x 16) = 32 +48 = 80

Massa S dalam SO3 = (1 x 32)80 x 80 gram = 32 gram

% S dalam campuran = massa Massa campuran x 100%

= 32 gram48 gram x 100%

= 66,67%

Contoh 3

Perbandingan massa karbon (C) dan oksigen (O) memiliki perbandingan 3 : 8. Jika karbon yang bereaksi adalah 1,5 gram, berapa massa oksigen yang bereaksi dan massa karbon dioksida yang terbentuk?

Diskusi

Perbandingan Massa:

Karbon = 3 = 1,5 gram

Oksigen = 8 = ? gram

Karbon dioksida = 11 = ? gram

Massa Oksigen = 8/3 x 1,5 gram = 4 gram

Massa Karbon dioksida = 11/3 x 1,5 = 5,5 gram

Jadi, massa oksigen yang bereaksi adalah 4 gram dan massa karbondioksida yang terbentuk adalah 5,5 gram.

Nah itulah pembahasan mengenai hukum Proust atau hukum perbandingan tetap. Semoga bisa menambah wawasan dan pemahaman kalian, ya.